AKU dan SRK (Muhammad Dhaifullah M.)
Nama : Muhammad Dhaifullah Musyaffa
NIM : 06181058
Kelas : MUSICALLY
AKU
Ambisi, Kenyataan, dan Usaha
Materi yang akan dibahas pada artikel ini yaitu AKU. AKU sendiri merupakan sebuah singkatan dari Ambisi, Kenyataan, dan Usaha. Lalu apa itu yang dimaksud dengan Ambisi? Ambisi adalah keinginan untuk mendapatkan sesuatu. Ambisi tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa adanya suatu dasar, dasar tersebut adalah orientasi. Orientasi merupakan pandangan yang menjadi dasar kenapa kita berambisi. Semua orang seharusnya memiliki ambisi, karena jika ambisi tersebut bisa tercapai hal itu dapat memberikan kepuasan tersendiri kepada diri, namun tidak semua ambisi bisa dicapai, hal itu dapat memberikan efek negatif yaitu rasa kecewa. Oleh karena itu, dalam melakukan ambisi harus disesuaikan dengan kenyataan yang ada. Kenyataan merupakan bagian dari AKU. Kenyataan sendiri memiliki arti yaitu peristiwa yang benar-benar terjadi atau ada. Lalu sebenarnya apa hubungan antara Ambisi dan Kenyataan? Ambisi dan Kenyataan memiliki sangkut paut karena kenyataan ini merupakan suatu kondisi riil yang dapat mendukung ataupun menghambat suatu ambisi. Kenyataan dapat dipandang dari segi eksternal maupun internal. Segi eksternal bersumber dari lingkungan sedangkan segi internal bersumber dari dalam diri seseorang itu sendiri diantaranya keyakinan, kesanggupan dan kecenderungan pribadi. Selanjutnya yaitu Usaha. Usaha merupakan tindakan nyata yang dilakukan seseorang. Jadi, jika kita telah memiliki ambisi, lalu sudah tahu apa saja kenyataan yang ada, hal yang perlu dilakukan setelah itu adalah melakukan sesuatu agar ambisi itu dapat tercapai, hal inilah yang dapat disebut dengan usaha. Usaha sendiri terdiri dari dua jenis, diantaranya Reaktif dan Proaktif. Reaktif merupakan suatu usaha yang dikerjakan atas perintah orang lain, sedangkan proaktif merupakan suatu usaha yang muncul atas inisiatif sendiri atau bisa dikatakan atas kesadaran diri sendiri. Saya sebagai orang yang me-review dan menulis kembali materi AKU yang diberikan ketika LKKMM PRA-TD IV ITK, berinisiatif untuk menuliskan AKU saya sendiri selama empat tahun kedepan sebagai berikut
● Ambisi :
Ambisi saya yang pertama yaitu lulus dengan predikat Cum Laude dengan IPK di atas 3,7. Kemudian, saya ingin memperbanyak relasi baik didalam dan diluar kampus serta menjadi mahasiswa yang aktif di kampus, baik dalam himpunan maupun prodi. Dan juga inhin membanggakan nama ITK, dengan mengikuti berbagai macam kompetisi dan perlombaan.
● Kenyataan :
Kenyataan nya, saya belum konsisten dalam mengurangi rasa malas,belum banyak memiliki kenalan, dan masih memiliki rasa kurang ingin tahu. Saya juga masih kurang konsisten dalam mengikuti kegiatan kampus dan masih menutup diri tentang informasi mengenai lomba-lomba.
● Usaha :
Usaha saya untuk mewujudkan ambisi saya yaitu dengan menjadi mahasiswa yang konsisten dan tidak angin-anginan dan juga lebih sering melaksanakan sosil kepada kakak tingkat dan juga membangun relasi dengan karyawan PT.Pupuk Kaltim. Saya juga harus menghilangkan rasa malas, agar dapat konsisten dalam mengikuti kegiatan yang diadakan kampus serta leebih giat lagi dalam mencari informasi mengenai lomba, baik akademis, maupun non akademis.
Mungkin, sekian dari review materi AKU serta AKU yang saya miliki selama 4 tahun
kedepan dan terimakasih kepada siapa pun yang telah membaca tulisan ini.
SRK
Sasaran, Risiko, dan Konsekuensi
Materi yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah SRK. Materi ini masih berhubungan dengan materi yang sebelumnya yaitu materi tentang AKU. SRK sendiri memiliki kepanjangan yaitu, Sasaran, Risiko, dan Konsekuensi. Apa itu Sasaran? Sasaran adalah sesuatu yang ingin dituju atau dicapai baik secara individu maupun bersama. Untuk mencapai sasaran tersebut diperlukan beberapa usaha serta rencana. Sasaran yang dimiliki pun harus SMART (Spesific, Measurable, Achievable, Result, Timely). Yang pertama yaitu Spesific dimana sasaran itu harus detail, lalu Measurable yaitu harus dapat diukur, Achievable yaitu harus real dan dapat dicapai, Result yaitu harus berorientasi terhadap hasil, dan yang terakhir Timely yaitu ada jangka atau batas waktunya. Lalu apa itu Risiko? Risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan atau merugikan dari suatu tindakan. Ketika kita hendak mencapai suatu sasaran dengan melakukan usaha, pastinya hal tersebut tidak akan selalu berjalan dengan mulus, melainkan ada suatu hambatan yang memiliki Risiko. Hal itulah yang mau tidak mau harus kita hadapi demi tercapainya sasaran awal. Tidak jauh berbeda dengan konsekuensi. Konsekuensi adalah hasil yang kita dapatkan dari sesuatu yang kita kerjakan. Setiap sasaran pasti ada yang berhasil dan ada yang gagal dicapai, itu semua adalah konsekuensi yang harus diterima.
Oleh karena itu, ada beberapa cara dalam meminimalisir suatu kegagalan antara lain :
1) Menuliskan sasaran
2) Membuat komitmen
3) Mencari motivasi
4) Mempunyai rencana A maupun rencana B
5) Melakukan yang terbaik
6) Evaluasi
7) Berdoa
8) Berpikir positif
Kali ini saya akan menguraikan SRK saya selama 4 tahun kedepan sebagai
berikut:
Pada tahun pertama, sasaran saya yang pertama adalah IPS Semester 1 dan semester 2 mendapat IPK > 3,5. Yang kedua, saya ingin menjadi mahasiswa yang disiplin waktu dan tidak menjadi mahasiswa yang deadliner. Saya juga memiliki sasaran untuk membangun relasi dengan kakak tingkat, untuk memperoleh informasi.
Resikonya, waktu untuk istirahat atau tidur berkurang karena digunakan untuk belajar dan melakukan sosil.
Konsekuensinya, jika sasaran tercapai,menjadi sebuah kebanggaan tersendiri dan membanggakan orang tua. Jika sasaran tidak tercapai, akan dapat membuat orang-orang terdekat saya kecewa, dan dapat membuat saya semakin menjadi mahasiswa yang deadliner, dan tidak pandai membangun relasi.
Pada tahun kedua, saya ingin masuk sebagai staff magang di himpunan prodi atau KM ITK dan juga berperan aktif dalam UKM musik ITK.
Resikonya, butuh usaha ekstra untuk membagi waktu dan banyak waktu istirahat yang terpaksa saya gunakan untuk berorganisasi dan mengikuti latihan UKM.
Konsekuensi jika berhasil, maka saya akan dapat pengalaman berorganisasi yang belum pernah saya dapatkan selama berada di jam perkuliahan. Selain itu, kemampuan bermusik saya akan semakin baik, jika saya aktif dalam mengikuti latihan UKM. Jika gagal, saya akan putar haluan ke perusahaan lain, yang juga terletak di Kalimantan Timur. Selain itu, saya tidak akan mendapatkan pengalaman berorganisasi. Dan yang pasti saya akan merasakan kekecewaan yang besar.
Pada tahun ketiga, saya berkeinginan untuk melakukan kerja praktek di PT. Pupuk Kalimantan Timur serta berperan aktif di himpunan dan prodi.
Sebagai resiko,waktu luang saya semakin sedikit, mengingat waktu tersebut digunakan untuk menggali informasi kepada kakak tingkat, yang sebelumnya melaksanakan kerja praktek di perusahaan yang sama, dan juga aktif mengikuti organisasi.
Konsekuensi jika sasaran saya tercapai, saya akan merasakan kepuasan dan kebanggan kepada diri sendiri dan membuat orang disekitar saya bangga dan saya akan semakin dekat dengan cita-cita saya untuk bekerja di perusahaan tersebut. Dan juga saya akan mendapatkan pengalaman berorganisasi, yang akan sangat berguna saat melamar pekerjaan. Dan jikalau tidak tercapai, saya akan merasa bersalah karena mengecewakan orang-orang tetdekat. Dan saya akan berubah haluan ke perusahaan lain, yang juga terletak di Kalimantan Timur. Selain itu, saya tidak akan mendapatkan pengalaman berorganisasi.
Pada tahun keempat, saya punya sasaran untuk lulus dengan predikat Cum Laude, dengan IPK > 3,70 sehingga dapat bekerja di perusahaan berbasis Industri, seperti PT. Pupuk Kaltim, PT. Badak NGL, dll.
Risikonya, waktu luang saya hampir 100% habis, dimana waktu luang tersebut digunakan untuk mencapai sasaran yang saya inginkan.
Konsekuensi jika berhasil, saya akan sangat senang karena itu akan mempermudah untuk mencari pekerjaan, dan dapat membahagiakan kedua orang tua saya dan juga orang-otang tetdekat. Jika gagal, akan membuat orang-orang terdekat saya kecewa dan menambah rasa bersalah yang saya rasakan.
NIM : 06181058
Kelas : MUSICALLY
AKU
Ambisi, Kenyataan, dan Usaha
Materi yang akan dibahas pada artikel ini yaitu AKU. AKU sendiri merupakan sebuah singkatan dari Ambisi, Kenyataan, dan Usaha. Lalu apa itu yang dimaksud dengan Ambisi? Ambisi adalah keinginan untuk mendapatkan sesuatu. Ambisi tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa adanya suatu dasar, dasar tersebut adalah orientasi. Orientasi merupakan pandangan yang menjadi dasar kenapa kita berambisi. Semua orang seharusnya memiliki ambisi, karena jika ambisi tersebut bisa tercapai hal itu dapat memberikan kepuasan tersendiri kepada diri, namun tidak semua ambisi bisa dicapai, hal itu dapat memberikan efek negatif yaitu rasa kecewa. Oleh karena itu, dalam melakukan ambisi harus disesuaikan dengan kenyataan yang ada. Kenyataan merupakan bagian dari AKU. Kenyataan sendiri memiliki arti yaitu peristiwa yang benar-benar terjadi atau ada. Lalu sebenarnya apa hubungan antara Ambisi dan Kenyataan? Ambisi dan Kenyataan memiliki sangkut paut karena kenyataan ini merupakan suatu kondisi riil yang dapat mendukung ataupun menghambat suatu ambisi. Kenyataan dapat dipandang dari segi eksternal maupun internal. Segi eksternal bersumber dari lingkungan sedangkan segi internal bersumber dari dalam diri seseorang itu sendiri diantaranya keyakinan, kesanggupan dan kecenderungan pribadi. Selanjutnya yaitu Usaha. Usaha merupakan tindakan nyata yang dilakukan seseorang. Jadi, jika kita telah memiliki ambisi, lalu sudah tahu apa saja kenyataan yang ada, hal yang perlu dilakukan setelah itu adalah melakukan sesuatu agar ambisi itu dapat tercapai, hal inilah yang dapat disebut dengan usaha. Usaha sendiri terdiri dari dua jenis, diantaranya Reaktif dan Proaktif. Reaktif merupakan suatu usaha yang dikerjakan atas perintah orang lain, sedangkan proaktif merupakan suatu usaha yang muncul atas inisiatif sendiri atau bisa dikatakan atas kesadaran diri sendiri. Saya sebagai orang yang me-review dan menulis kembali materi AKU yang diberikan ketika LKKMM PRA-TD IV ITK, berinisiatif untuk menuliskan AKU saya sendiri selama empat tahun kedepan sebagai berikut
● Ambisi :
Ambisi saya yang pertama yaitu lulus dengan predikat Cum Laude dengan IPK di atas 3,7. Kemudian, saya ingin memperbanyak relasi baik didalam dan diluar kampus serta menjadi mahasiswa yang aktif di kampus, baik dalam himpunan maupun prodi. Dan juga inhin membanggakan nama ITK, dengan mengikuti berbagai macam kompetisi dan perlombaan.
● Kenyataan :
Kenyataan nya, saya belum konsisten dalam mengurangi rasa malas,belum banyak memiliki kenalan, dan masih memiliki rasa kurang ingin tahu. Saya juga masih kurang konsisten dalam mengikuti kegiatan kampus dan masih menutup diri tentang informasi mengenai lomba-lomba.
● Usaha :
Usaha saya untuk mewujudkan ambisi saya yaitu dengan menjadi mahasiswa yang konsisten dan tidak angin-anginan dan juga lebih sering melaksanakan sosil kepada kakak tingkat dan juga membangun relasi dengan karyawan PT.Pupuk Kaltim. Saya juga harus menghilangkan rasa malas, agar dapat konsisten dalam mengikuti kegiatan yang diadakan kampus serta leebih giat lagi dalam mencari informasi mengenai lomba, baik akademis, maupun non akademis.
Mungkin, sekian dari review materi AKU serta AKU yang saya miliki selama 4 tahun
kedepan dan terimakasih kepada siapa pun yang telah membaca tulisan ini.
SRK
Sasaran, Risiko, dan Konsekuensi
Materi yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah SRK. Materi ini masih berhubungan dengan materi yang sebelumnya yaitu materi tentang AKU. SRK sendiri memiliki kepanjangan yaitu, Sasaran, Risiko, dan Konsekuensi. Apa itu Sasaran? Sasaran adalah sesuatu yang ingin dituju atau dicapai baik secara individu maupun bersama. Untuk mencapai sasaran tersebut diperlukan beberapa usaha serta rencana. Sasaran yang dimiliki pun harus SMART (Spesific, Measurable, Achievable, Result, Timely). Yang pertama yaitu Spesific dimana sasaran itu harus detail, lalu Measurable yaitu harus dapat diukur, Achievable yaitu harus real dan dapat dicapai, Result yaitu harus berorientasi terhadap hasil, dan yang terakhir Timely yaitu ada jangka atau batas waktunya. Lalu apa itu Risiko? Risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan atau merugikan dari suatu tindakan. Ketika kita hendak mencapai suatu sasaran dengan melakukan usaha, pastinya hal tersebut tidak akan selalu berjalan dengan mulus, melainkan ada suatu hambatan yang memiliki Risiko. Hal itulah yang mau tidak mau harus kita hadapi demi tercapainya sasaran awal. Tidak jauh berbeda dengan konsekuensi. Konsekuensi adalah hasil yang kita dapatkan dari sesuatu yang kita kerjakan. Setiap sasaran pasti ada yang berhasil dan ada yang gagal dicapai, itu semua adalah konsekuensi yang harus diterima.
Oleh karena itu, ada beberapa cara dalam meminimalisir suatu kegagalan antara lain :
1) Menuliskan sasaran
2) Membuat komitmen
3) Mencari motivasi
4) Mempunyai rencana A maupun rencana B
5) Melakukan yang terbaik
6) Evaluasi
7) Berdoa
8) Berpikir positif
Kali ini saya akan menguraikan SRK saya selama 4 tahun kedepan sebagai
berikut:
Pada tahun pertama, sasaran saya yang pertama adalah IPS Semester 1 dan semester 2 mendapat IPK > 3,5. Yang kedua, saya ingin menjadi mahasiswa yang disiplin waktu dan tidak menjadi mahasiswa yang deadliner. Saya juga memiliki sasaran untuk membangun relasi dengan kakak tingkat, untuk memperoleh informasi.
Resikonya, waktu untuk istirahat atau tidur berkurang karena digunakan untuk belajar dan melakukan sosil.
Konsekuensinya, jika sasaran tercapai,menjadi sebuah kebanggaan tersendiri dan membanggakan orang tua. Jika sasaran tidak tercapai, akan dapat membuat orang-orang terdekat saya kecewa, dan dapat membuat saya semakin menjadi mahasiswa yang deadliner, dan tidak pandai membangun relasi.
Pada tahun kedua, saya ingin masuk sebagai staff magang di himpunan prodi atau KM ITK dan juga berperan aktif dalam UKM musik ITK.
Resikonya, butuh usaha ekstra untuk membagi waktu dan banyak waktu istirahat yang terpaksa saya gunakan untuk berorganisasi dan mengikuti latihan UKM.
Konsekuensi jika berhasil, maka saya akan dapat pengalaman berorganisasi yang belum pernah saya dapatkan selama berada di jam perkuliahan. Selain itu, kemampuan bermusik saya akan semakin baik, jika saya aktif dalam mengikuti latihan UKM. Jika gagal, saya akan putar haluan ke perusahaan lain, yang juga terletak di Kalimantan Timur. Selain itu, saya tidak akan mendapatkan pengalaman berorganisasi. Dan yang pasti saya akan merasakan kekecewaan yang besar.
Pada tahun ketiga, saya berkeinginan untuk melakukan kerja praktek di PT. Pupuk Kalimantan Timur serta berperan aktif di himpunan dan prodi.
Sebagai resiko,waktu luang saya semakin sedikit, mengingat waktu tersebut digunakan untuk menggali informasi kepada kakak tingkat, yang sebelumnya melaksanakan kerja praktek di perusahaan yang sama, dan juga aktif mengikuti organisasi.
Konsekuensi jika sasaran saya tercapai, saya akan merasakan kepuasan dan kebanggan kepada diri sendiri dan membuat orang disekitar saya bangga dan saya akan semakin dekat dengan cita-cita saya untuk bekerja di perusahaan tersebut. Dan juga saya akan mendapatkan pengalaman berorganisasi, yang akan sangat berguna saat melamar pekerjaan. Dan jikalau tidak tercapai, saya akan merasa bersalah karena mengecewakan orang-orang tetdekat. Dan saya akan berubah haluan ke perusahaan lain, yang juga terletak di Kalimantan Timur. Selain itu, saya tidak akan mendapatkan pengalaman berorganisasi.
Pada tahun keempat, saya punya sasaran untuk lulus dengan predikat Cum Laude, dengan IPK > 3,70 sehingga dapat bekerja di perusahaan berbasis Industri, seperti PT. Pupuk Kaltim, PT. Badak NGL, dll.
Risikonya, waktu luang saya hampir 100% habis, dimana waktu luang tersebut digunakan untuk mencapai sasaran yang saya inginkan.
Konsekuensi jika berhasil, saya akan sangat senang karena itu akan mempermudah untuk mencari pekerjaan, dan dapat membahagiakan kedua orang tua saya dan juga orang-otang tetdekat. Jika gagal, akan membuat orang-orang terdekat saya kecewa dan menambah rasa bersalah yang saya rasakan.
Comments
Post a Comment