AKU dan SRK (Fajar Isnain Arifuddin)

Nama : Fajar Isnain Arifuddin
NIM : 13181022
Kelas : Musically

A.K.U (Ambisi,Kenyataan,Usaha)
A.K.U merupakan singkatan dari ambisi kenyataan dan usaha. Ambisi adalah keinginan yang kuat untuk mendapatkan sesuatu. Kenyataan adalah suatu peristiwa yang sebenarnya terjadi. Usaha yaitu sesuatu yang kita lakukan untuk mencapai ambisi. Oleh karena itu, Selama menempuh pendidikan di Institut Teknologi Kalimantan dalam waktu empat tahun saya berambisi untuk lulus tepat waktu terbaik dengan IPK lebih dari 3.6, nilai meningkat di setiap semester, mendapat banyak teman sebagai relasi, dapat beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan, aktif dalam organisasi baik didalam kampus maupun diluar kampus, dan membahagiakan orang tua. 
Namun pada kenyataannya, saya adalah orang yang suka menunda pekerjaan, belum bisa manajemen waktu dengan baik, masih kurang dalam mencari informasi, masih malu bertanya kepada kakak tingkat dan juga sering terlambat masuk kelas sehingga mendapatkan tempat duduk dibelakang.
Untuk  mewujudkan ambisi saya, maka usaha yang saya lakukan saat ini adalah melakukan pekerjaan tepat waktu, pergi ke kampus jauh lebih cepat agar mendapat tempat duduk yang jelas saat melihat papan tulis atau slide, lebih banyak berkenalan dengan kakak tingkat sehingga menambah relasi, meningkatkan kepercayaan diri dan belajar kelompok dengan teman-teman yang jauh memahami mata kuliah.

S.R.K (Sasaran,Resiko,Konsekuensi)
S.R.K merupakan kepanjangan dari sasaran resiko dan konsekuensi. Sasaran adalah sesuatu yang ingin dicapai. Resiko adalah akibat yang kurang menyenangkan, merugikan, membahayakan terhadap suatu tindakan. Konsekuensi adalah hasil yang didapatkan setelah melakukan suatu perbuatan.
Pada tahun pertama, sasaran yang harus saya capai adalah lulus semua mata kuliah dengan IPK minimal 3.00, mengenal teman dan kakak tingkat lebih banyak dan mengajukan PKM. Namun, resiko yang harus saya hadapi adalah kurangnya waktu istirahat dan kurangnya waktu bersama teman-teman. Konsekuensi yang saya dapat jika saya berhasil mencapai sasaran saya ialah, saya akan sangat senang karena tidak adanya mata kuliah yang mengulang di tahun kedua dan bertambahnya relasi. Namun, jika saya tidak dapat mencapainya kemungkinan saya akan kecewa dan mengevaluasi diri saya untuk  berusaha lebih giat lagi.
Pada tahun kedua, sasaran yang harus saya capai adalah IPK minimal 3.2, menjadi staff magang dana usaha (Danus) di HIMA TMM ITK, mengikuti kepanitiaan SPIN, dan mengikuti LKMM TD. Namun, resiko yang harus dihadapi ialah kurangnya waktu istirahat, pola makan yang tidak teratur dan waktu bersama teman-teman dan keluarga berkurang. Konsekuensi yang didapat jika sasaran tercapai ialah saya akan sangat senang karena menambah prestasi dan pengalaman yang didapat dari mengikuti organisasi, serta memiliki soft skill yang bisa digunakan dalam dunia kerja. Tetapi, jika tidak berhasil mencapainya maka,  saya akan kecewa dan menjadi penyemangat untuk diri sendiri agar lebih giat dan disiplin.
Pada tahun ketiga, sasaran yang harus capai adalah mengikuti perlombaan non akademik, menjadi staff kementrian dalam kabinet KM ITK, IPK 3.4, menguasai bahasa Inggris. Namun, resiko yang dihadapi ialah kurangnya waktu istirahat, banyak pikiran, dan banyak aktivitas. Konsekuensi yang saya terima jika tercapai adalah saya akan senang, bahagia dan bangga.  Tetapi jika saya tidak berhasil mencapainya maka saya akan sedih dan kecewa. Namun, menjadikan  pelajaran untuk saya agar lebih bersemangat lagi dan mengubah strategi yang sebelumnya telah direncanakan.
            Pada tahun keempat, sasaran yang harus saya capai ialah IPK 3.6, lulus paling lambat 4 tahun dan langsung bekerja. Namun, resiko  yang harus dihadapi ialah waktu istirahat berkurang, waktu bersama teman dan keluarga berkurang, serta banyak aktivitas. Konsekuensi yang saya terima jika saya berhasil mencapainya ialah rasa bangga pada diri sendiri, dan membuat orang tua bangga. Tetapi, jika saya tidak berhasil mencapainya maka, saya akan merasakan kecewa terhadap diri saya sendiri dan akan menjadi penyemangat untuk  tetap berusaha dan melupakan keberhasilan yang tertunda untuk lebih baik.

Comments

Popular Posts