AKU dan SRK (Ferdy Zidan S.)
Nama : Ferdy Zidan S.
NIM : 03181017
Kelas : Musically
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Perkenalkan,nama saya Ferdy Zidan Sirajudinullah dengan NIM 03181017 dari prodi Teknik Mesin 2018 Institut Teknologi Kalimantan. Setelah mengikuti LKMM Pra-TD IV ITK 2018, sekarang saya dapat mengatur waktudan membagi mana yang harus di prioritaskan dan yang tidak harus di prioritaskan. Serta, saya juga dapat mengetahui kekurangan dalam kepribadian saya dan dapat mengetahui bagaimana menaklukkan rasa tidak percaya diri. Pada saat LKMM Pra-TD IV ITK 2018, ada sesi materi yang bernama A.K.U. dan S.R.K. . A.K.U. adalah ambisi, kenyataan dan usaha sedangkan S.R.K. adalah sasaran, risiko dan konsekuensi.Jadi, berikut ialah rencana hidup saya selama 4 tahun ke depan di dunia perkuliahan dengan analisis A.K.U selama 4 tahun ke depan dan S.R.K. selama 4 tahun ke depan.
Berikut adalah A.K.U saya dalam waktu 4 tahun ke depan :
• Ambisi : Lulus dari Institut Teknologi Kalimantan dengan nilai yang memuaskan ( IPK >3,0), memiliki soft skill yang bisa digunakan dalam dunia kerja nantinya, mendapatkan beasiswa ke universitas di Jepang.
• Kenyataan : Masih belum bisa membagi waktu antara akademik dan non-akademik sehingga terkadang tidak bisa membedakan mana yang seharusnya prioritas, belum bisa mengatasi kemalasan diri untuk belajar dan masi kurang percaya diri.
• Usaha : Meningkatkan semangat untuk belajar agar dapat meningkatkan segala kekurangan pada akademik saya, mulai meng-organisir waktu dengan mengelompokkan apa yang paling prioritas dan mana yang tidak, mengikuti organisasi yang ada di kampus ataupun diluar untuk mendapatkan banyak relasi.
Kemudian, berikut adalah S.R.K saya selama 4 tahun yang dibagi menjadi pertahun :
Tahun Pertama :
• Sasaran : Lebih mengenal dan dekat dengan teman angkatan saya serta kakak tingkat, bisa mulai merubah pola belajar dan mendapatkan nilai >B dari hasil belajar.
• Risiko : Waktu tidur akan menjadi tidak teratur dari sebelumnya.
• Konsekuensi : Jika sasaran tercapai, saya bisa dengan mudah beradaptasi di kampus, saya akan merasa bangga dan tidak hanya saya yang bangga tapi kedua orang tua saya. Jika sasaran saya tidak tercapai, saya akan merasa sedih dan merasa kecewa atas diri saya sendiri karena juga gagal membanggakan kedua orang tua saya.
Tahun Ke-dua :
• Sasaran: Mulai mengikuti berbagai kegiatan kampus yang ada untuk meningkatkan soft-skill pada diri saya, menjadi pribadi yang percaya diri serta mendapatkan beasiswa dan medapatkan ips/ipk di atas tahun pertama (minimal B, tanpa adanya nilai BC hingga E)
• Risiko : Untuk mendapatkan beasiswa tersebut dan mendapatkan nilai yang tinggi, saya tentunya tidak ada waktu lagi untuk bersantai-santai seperti sebelumnya.
• Konsekuensi : Jika saya dapat menggenggam beasiswa tersebut, saya pastinya akan merasa bangga sekali karena itu adalah salah satu impian saya mendapatkan beasiswa terutama beasiswa ke luar negeri dan mendapatkan nilai di atas B. Namun, jika saya tidak dapat menggapai sasaran saya, saya akan merasa kecewa untuk kedua kalinya karena terdapat sifat masa lalu yang masih menghambat saya menggapai impian saya.
Tahun Ke-tiga :
• Sasaran: Mulai aktif dalam organisasi yang ada di kampus, seperti Himpunan (HMM) dan LDK Al-Fatih.
• Risiko : Akan menjadi hal sulit untuk membagi waktu di saat seperti ini, yang kemungkinan waktu belajar saya untuk mendapatkan beasiswa keinginan saya akan terambil oleh kesibukan organisasi dan akademik kuliah.
• Konsekuensi : Jika saya bisa membagi waktu antara kuliah dan ber-organisasi, maka akan sangat membuat diri merasa nyaman, karena dengan hal ini saat bekerja nanti saya bisa mengatur waktu dengan baik dan tidak merasa pusing karena banyaknya tugas pekerjaan serta pengalaman organisasi nya yang sangat bermanfaat di dunia pekerjaan nantinya. Jika saya gagal mencapainya, tentunya saya merasa sangat rugi dan sekali lagi merasa gagal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Karena pengalaman dari organisasi itu saya dapat merubah segala kekurangan saya, jika gagal, maka hal tersebut akan membuat saya tidak bisa mengontrol diri dan waktu.
Tahun Ke-empat :
• Sasaran : Lulus dengan IPK >3.0 dan mendapatkan beasiswa yang saya impikan yaitu beasiswa ke Jepang.
• Risiko : Mengorbankan segala waktu kegiatan bersantai dan hal lainnya untuk mendapatkan IPK tinggi dan mendapat beasiswa impian.
• Konsekuensi : Jika sasaran saya tercapai, saya akan merasa sangat bangga dengan diri saya karena bisa melewati empat tahun yang mungkin tidak mudah untuk dilewati. Jika sasaran saya tidak tercapai, tentunya saya akan merasa kecewa dan bukan hanya saya tetapi juga orang tua saya.
NIM : 03181017
Kelas : Musically
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Perkenalkan,nama saya Ferdy Zidan Sirajudinullah dengan NIM 03181017 dari prodi Teknik Mesin 2018 Institut Teknologi Kalimantan. Setelah mengikuti LKMM Pra-TD IV ITK 2018, sekarang saya dapat mengatur waktudan membagi mana yang harus di prioritaskan dan yang tidak harus di prioritaskan. Serta, saya juga dapat mengetahui kekurangan dalam kepribadian saya dan dapat mengetahui bagaimana menaklukkan rasa tidak percaya diri. Pada saat LKMM Pra-TD IV ITK 2018, ada sesi materi yang bernama A.K.U. dan S.R.K. . A.K.U. adalah ambisi, kenyataan dan usaha sedangkan S.R.K. adalah sasaran, risiko dan konsekuensi.Jadi, berikut ialah rencana hidup saya selama 4 tahun ke depan di dunia perkuliahan dengan analisis A.K.U selama 4 tahun ke depan dan S.R.K. selama 4 tahun ke depan.
Berikut adalah A.K.U saya dalam waktu 4 tahun ke depan :
• Ambisi : Lulus dari Institut Teknologi Kalimantan dengan nilai yang memuaskan ( IPK >3,0), memiliki soft skill yang bisa digunakan dalam dunia kerja nantinya, mendapatkan beasiswa ke universitas di Jepang.
• Kenyataan : Masih belum bisa membagi waktu antara akademik dan non-akademik sehingga terkadang tidak bisa membedakan mana yang seharusnya prioritas, belum bisa mengatasi kemalasan diri untuk belajar dan masi kurang percaya diri.
• Usaha : Meningkatkan semangat untuk belajar agar dapat meningkatkan segala kekurangan pada akademik saya, mulai meng-organisir waktu dengan mengelompokkan apa yang paling prioritas dan mana yang tidak, mengikuti organisasi yang ada di kampus ataupun diluar untuk mendapatkan banyak relasi.
Kemudian, berikut adalah S.R.K saya selama 4 tahun yang dibagi menjadi pertahun :
Tahun Pertama :
• Sasaran : Lebih mengenal dan dekat dengan teman angkatan saya serta kakak tingkat, bisa mulai merubah pola belajar dan mendapatkan nilai >B dari hasil belajar.
• Risiko : Waktu tidur akan menjadi tidak teratur dari sebelumnya.
• Konsekuensi : Jika sasaran tercapai, saya bisa dengan mudah beradaptasi di kampus, saya akan merasa bangga dan tidak hanya saya yang bangga tapi kedua orang tua saya. Jika sasaran saya tidak tercapai, saya akan merasa sedih dan merasa kecewa atas diri saya sendiri karena juga gagal membanggakan kedua orang tua saya.
Tahun Ke-dua :
• Sasaran: Mulai mengikuti berbagai kegiatan kampus yang ada untuk meningkatkan soft-skill pada diri saya, menjadi pribadi yang percaya diri serta mendapatkan beasiswa dan medapatkan ips/ipk di atas tahun pertama (minimal B, tanpa adanya nilai BC hingga E)
• Risiko : Untuk mendapatkan beasiswa tersebut dan mendapatkan nilai yang tinggi, saya tentunya tidak ada waktu lagi untuk bersantai-santai seperti sebelumnya.
• Konsekuensi : Jika saya dapat menggenggam beasiswa tersebut, saya pastinya akan merasa bangga sekali karena itu adalah salah satu impian saya mendapatkan beasiswa terutama beasiswa ke luar negeri dan mendapatkan nilai di atas B. Namun, jika saya tidak dapat menggapai sasaran saya, saya akan merasa kecewa untuk kedua kalinya karena terdapat sifat masa lalu yang masih menghambat saya menggapai impian saya.
Tahun Ke-tiga :
• Sasaran: Mulai aktif dalam organisasi yang ada di kampus, seperti Himpunan (HMM) dan LDK Al-Fatih.
• Risiko : Akan menjadi hal sulit untuk membagi waktu di saat seperti ini, yang kemungkinan waktu belajar saya untuk mendapatkan beasiswa keinginan saya akan terambil oleh kesibukan organisasi dan akademik kuliah.
• Konsekuensi : Jika saya bisa membagi waktu antara kuliah dan ber-organisasi, maka akan sangat membuat diri merasa nyaman, karena dengan hal ini saat bekerja nanti saya bisa mengatur waktu dengan baik dan tidak merasa pusing karena banyaknya tugas pekerjaan serta pengalaman organisasi nya yang sangat bermanfaat di dunia pekerjaan nantinya. Jika saya gagal mencapainya, tentunya saya merasa sangat rugi dan sekali lagi merasa gagal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Karena pengalaman dari organisasi itu saya dapat merubah segala kekurangan saya, jika gagal, maka hal tersebut akan membuat saya tidak bisa mengontrol diri dan waktu.
Tahun Ke-empat :
• Sasaran : Lulus dengan IPK >3.0 dan mendapatkan beasiswa yang saya impikan yaitu beasiswa ke Jepang.
• Risiko : Mengorbankan segala waktu kegiatan bersantai dan hal lainnya untuk mendapatkan IPK tinggi dan mendapat beasiswa impian.
• Konsekuensi : Jika sasaran saya tercapai, saya akan merasa sangat bangga dengan diri saya karena bisa melewati empat tahun yang mungkin tidak mudah untuk dilewati. Jika sasaran saya tidak tercapai, tentunya saya akan merasa kecewa dan bukan hanya saya tetapi juga orang tua saya.
Comments
Post a Comment