AKU dan SRK (Irza Agani Fahrezi)

Nama : Irza Agani Fahrezi
NIM : 01181013
Kelas : Musically

AKU
Ambisi, Kenyataan, Usaha
Sebelumnya, saya akan menjelaskan kembali materi tentang AKU. AKU adalah singkatan dari ambisi, kenyataan dan usaha. Ambisi dapat diartikan sebagai keinginan yang besar untuk mencapai atau memperoleh sesuat. Kenyataan adalah  kondisi atau keadaan saat ini. Dan yg terakhir,  usaha adalah upaya atau kegiatan yang dilakukan dalam mencapai ambisi. Jadi, AKU dapat dimaknai sebagai ambisi atau hasrat yang besar untuk mencapai sesuatu namun disisi lain terdapat kenyataan yang dapat menghambat tercapainya ambisi tersebut sehingga memerlukan usaha yang cukup dan memadai gunamencapai ambisi yang diharapkan.
Berikut adalah AKU (ambisi, kenyataan, dan usaha) saya selama 4 tahun kuliah yang akan datang, yaitu.
Ambisi: Ambisi saya selama kuliah di ITK, saya inigin lulus di bawah 4 tahun. Saya ingin  menjadi lulusan terbaik. Saya ingin melakukan beberapa riset dan penelitian yang mendukung impian saya. Saya ingin lulus dengan IPK diatas 3,50.

Kenyataan: Kenyataannya, saya masih malas, terkadang pesimis, kurang mampu  membagi dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin, saya kurang bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu yang seharusnya menjadi tanggung jawab saya.

Usaha: Usaha saya, saya harus bersungguh-sungguh. Meninggalkan hal-hal yang tidak penting dan tidak membawa manfaat. Harus berjuang dan lebih percaya diri lagi. Saya harus yakin pada diri saya bahwa saya pasti bisa. Berdoa. Saya harus berani mencoba dan mulai berpikir optimis.

SRK
Sasaran, Resiko, dan Konsekuensi
SRK adalah singkatan dari sasaran, resiko, dan konsekuensi.  Sasaran merupakan target dimasa yang akan datang yang ingin dicapai baik dalam individu maupun kelompok. Resiko  adalah kemungkinan bahaya yang akan diperoleh dari suatu usaha pencapaian sasaran. Sedangkan untuk konsekuensi sendiri adalah hasil yang akan di dapatkan apabila dapat mencapai sasaran maupun apabila pencapaian tersebut gagal.
Adapun SRK saya selama 4 tahun masa perkuliahan saya sebagai berikut.
Tahun ke-1

Sasaran: Dapat mengenal lebih dekat dengan lingkungan kampus dan mahasiswanya, dan menghilangkan sifat jelek yang ada di SMA. Serta memperoleh IPK diatas 3,00.

Resiko: Saya mungkin akan dianggap menjauhi oleh teman lama saya karena perubahan sifat saya dari SMA dan pada saat kuliah, dan untuk memperoleh IPK tersebut saya harus semakin giat belajar.

Konsekuensi:  Jika saya bisa lebih mengenal dengan lingkungan kampus saya, maka saya tidak akan canggung lagi untuk berada di kampus dan juga saya akan merasa nyaman setiap kali saya berada di kampus. Namun, jika saya tidak dapat beradaptasi di lingkungan kampus dengan baik, saya tidak akan berkembang karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika saya berhasil mendapatkan IPK tersebut saya akan puas akan nilai tersebut, dan apabila tidak saya mungkin akan bersedih dan kembali berusaha untuk tahun berikutnya.

Tahun Ke-2

Sasaran: Dapat berperan aktif sebagai mahasiswa dengan menghadiri kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat, contohnya mengikuti acara kepanitiaan dan bisa menjadi pemandu pada LKMM Pra-TD. Saya dapat memperoleh IPK diatas 3,50

Resiko: Tugas dari dosen akan sering terbengkalai jika saya lebih fokus untuk melakukan atau menghadiri acara kegiatan-kegiatan tersebut. Dan waktu untuk belajar berkurang karena kesibukan non akademik. Saya harus belajar lebih giat dan lebih keras agar dapat memperoleh IPK tersebut.

Konsekuensi: Saya akan mendapatkan pengalaman baru dan teman-teman baru, waktu saya akan padat, dan waktu istirahat saya berkurang. Serta saya akan merasa puas dan senang karena bisa mendapat relasi baru. Jika saya berhasil memperolehnya maka saya akan bangga dan dapat membuat orang tua saya bangga.

Tahun Ke-3

Sasaran: Menjadi staff bagian HIMAFI ITK. Mempertahankan nilai IPK minimal 3,50.

Resiko: Waktu belajar yang lebih sedikit dan waktu beristirahat yang semakin minim. Saya harus belajar ekstra keras dikarenakan waktu belajar saya akan termakan oleh waktu organisasi.

Konsekuensi: jika saya dapat menjadi staff bagian kabinet ataupun HIMAFI, saya akan dapat melatih softskill saya agar ketika saya terjun ke dunia kerja saya sudah terbiasa melakukan presentasi dan lain sebagainya. Namun, jika saya gagal maka kesempatan saya untuk dapat melatih softskill saya pun akan susah karena dari keorganisasian lah saya dapat melatih softskill saya. Jika saya berhasil mempertahankan IPK saya, maka saya bisa puas karena gak hanya softskill saya saja yang terasah tetapi juga akademikmya.

Tahun Ke-4

Sasaran: Lancar dalam pengerjaan tugas akhir, lulus dengan IPK >3,50dan segera medapat pekerjaan.

Resiko: Waktu tidur saya akan berkurang karena mengerjakan tugas akhir dan tidak adanya waktu untuk bersantai-santai nanti.

Konsekuensi: jika saya lancar dalam mengerjakn tugas akhir maka saya akan wisuda dengan cepat dan jika saya mendapat IP >3,50 maka saya akan merasa bangga karena tidak sia – sia saya kuliah selama ini dan saya akan lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan. Tapi, jika sasaran saya tidak terwujud maka saya akan merasa terbebani dan kelulusan saya bisa saja tertunda.

Demikian AKU dan SRK dari saya, kurang lebih-nya mohon maaf, terima kasih.

Comments

Popular Posts