AKU dan SRK (Muntiatun Nisa P.)
Nama : Muntiatun Nisa Pracoyo
NIM : 13181046
Kelas : Musically
A.K.U (Ambisi, Kenyataan, Usaha)
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...
Perkenalkan nama saya Muntiatun Nisa Pracoyo, saya merupakan orang Jawa yang lahir di Balikpapan pada tanggal 13 Juni 2000. Saya adalah anak tunggal dari sebuah keluarga yang luar biasa. Setelah saya lulus SMA pada tahun 2018, saya melanjutkan pendidikan di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Balikpapan yaitu Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dengan program studi Teknik Lingkungan. Pada awal perkuliahan penting untuk seorang mahasiswa memiliki target untuk apa yang ingin dicapai selama menjadi mahasiswa. Untuk itu sangat perlu untuk merencanakan target guna menjadi acuan dan tolok ukur atas apa yang harus dilakukan untuk mewujudkannya.
Setelah mengikuti LKMM Pra-TD 4 ITK, saya mendapatkan ilmu baru yang berguna bagi seorang mahasiswa untuk mengetahui apa alasan saya kuliah, apa sebenarnya yang saya cari dan apa tujuan saya sebenarnya, sikap-sikap seperti apa agar target yang sebenarnya saya inginkan dapat terwujud. Terdapat dua materi yang mengajarkan konsep rancangan hidup kedepannya yang disebut dengan A.K.U dan S.R.K, adapun kepanjangan dari kedua materi tersebut ialah, kepanjangan dari A.K.U adalah Ambisi, Kenyataan, dan Usaha, sedangkan kepanjangan dari S.R.K adalah Sasaran, Resiko, dan Konsekuensi.
Sebagai seorang mahasiswa diharapkan memiliki A.K.U dan S.R.K sebagai gambaran perancangan selama perkuliahan saya di Institut Teknologi Kalimantan. Dunia kemahasiswaan terdiri atas berbagai macam hal yang digolongkan menjadi 2 yaitu akademik dan keorganisasian, kedua hal itu dapat membuat bimbang seorang mahasiswa. Untuk mengatur hal itu maka tujuan dari pembuatan A.K.U dan S.R.K adalah agar harapan menjadi terarah dan dapat terwujud. Sehingga diharapkan akan terciptanya hasil yang memuaskan serta menjadi mahasiswa yang terorganisir, punya orientasi yang baik guna mencapai sebuah tujuan dan menjadi jenis mahasiswa yang study and organization-oriented yaitu jenis mahasiswa yang ideal.
Ambisi adalah keinginan besar untuk memperoleh sesuatu, kenyataan adalah sesuatu yang terjadi atau dapat dibuktikan, sedangkan usaha adalah sesuatu yang kita lakukan untuk mencapai ambisi, maka berikut adalah A.K.U (Ambisi, Kenyataan, Usaha) dalam jenjang 4 tahun selama saya berkuliah di ITK.
Ambisi :
Ambisi saya lulus tpb dengan ipk minimal 3,3, melanjutkan keaktifan di organisasi, menjadi mahasiswi berprestasi/memiliki pengalaman yang luas, menjadi orang penting di KM ITK bisa menjadi bendahara atau orang yang berpengaruh di kampus, mengerjakan skripsi dan lulus sebagai mahasiswa yang penuh pengalaman tidak melulu tentang akademik dan peka terhadap lingkungan sekitar, kemudian bisa bekerja di pemerintahan atau BUMN, serta dapat membantu perekonomian orang tua, keluarga dan orang-orang disekitar yang membutuhkan.
Kenyataan :
Belum bisa menentukan antara prioritas dan kewajiban, rasa malas lebih besar dari pada niat untuk mengerjakan sesuatu, mempunyai jawaban atas permasalahan disekitar namun masih belum percaya diri untuk mengutarakan pendapat, masih suka menghabiskan waktu dengan teman dari pada belajar atau mengerjakan tugas yang jauh lebih penting.
Usaha :
Menentukan hal yang saya anggap lebih penting bagi saya walaupun saya tidak tahu itu benar atau salah, menghilangkan rasa malas dengan memotivasi diri, banyak menonton video-video cara publik speaking yang baik dan benar, memanajeman waktu yang baik untuk kapan belajar, akademik, organisasi, dan bersosialisasi. Memprioritaskan hal yang lebih mendesak, aktif dalam organisasi dikampus maupun luar kampus agar dapat dikenal mahasiswa ITK dan menjadi bagian penting dalam Keluarga Mahasiswa ITK, ikut serta dalam kegiatan sosial, sebelum lulus sebagai mahasiswa yang penuh pengalaman adalah membuat proposal skripsi dengan judul dan isi semenarik mungkin agar lulus tepat waktu, kemudian setelah lulus kuliah ingin mencoba melamar di pemerintahan atau BUMN agar dapat bekerja dan mengabdi untuk negara, serta tidak lupa untuk mendekatkan diri kepada orang tua, keluarga dan orang-orang disekitar agar disaat mereka membutuhkan bantuan mereka tidak segan untk bicara kepada saya dan saya pun dapat membantu mereka dengan senang hati.
S.R.K (Sasaran, Resiko, Konsekuensi)
Sasaran adalah sesuatu yang ingin dicapai, resiko adalah akibat yang merugikan dari yang dilakukan, sedangkan konsekuensi adalah hasil dari suatu perbuatan yang dapat berupa hasil baik maupun buruk. Sedangkan berikut adalah S.R.K (Sasaran, Resiko, Konsekuensi) selama saya 4 tahun di ITK, S.R.K tersebut dibagi menjadi pertahun selama perkuliahan saya.
Tahun Pertama (I)
• Sasaran :
Beradaptasi dengan lingkungan kampus, banyak mengenal dan mendapatkan temen baru, tidak ada mata kuliah TPB yang mengulang, mendapatkan ipk minimal 3,30, kemudian bisa kembali aktif dalam kegiatan organisasi IPPNU Balikpapan.
• Resiko :
Waktu terasa sempit, jam tidur berkurang dan mulai tidak teratur, melupakan jam makan yang benar.
• Konsekuensi :
Bila dapat tercapai maka saya akan senang dan bersyukur karena bisa mencontohkan kepada adik-adik saya nantinya dan membuat keluarga bangga. Namun bila belum tercapai akan menjadi bahan evaluasi saya untuk membuatnya terwujud di tahun berikutnya, mungkin dengan cara yang berbeda, dan otomatis jika gagal di tahun ini maka akan menumpuk sasaran di tahun depan oleh karena itu saya akan membuatnya terwujud agar tidak menghambat untuk kedepannya.
Tahun Kedua (II)
• Sasaran :
Magang di kabinet KM ITK, menjadi asdos gamtek (kalau ada), menjadi aslab kimia lingkungan (kalau ada), mendapatkan ipk minimal 3,30, kemudian aktif dalam segala kegiatan yang diadakan kampus ITK.
• Resiko :
Mungkin akan menjadi lebih sibuk, karena kegiatan semakin banyak, jam tidur semakin tidak teratur, berat badan berkurang, dan kondisi kesehatan yang menurun.
• Konsekuensi :
Bila dapat tercapai maka saya akan senang dan bersyukur karena bisa mempermudah saya untuk bergaul dengan lebih banyak teman di ITK, saya bisa memiliki persiapan untuk menjadi salah satu orang penting di kabinet KM ITK. Namun bila belum tercapai akan menjadi bahan evaluasi bagi saya dan realisasi besar-besaran di tahun berikutnya.
Tahun Ketiga (III)
• Sasaran :
Menjadi Bendahara atau Menteri dalam kabinet selanjutnya, aktif dalam kegiatan organisasi kampus dan luar kampus, menjadi koordinator lab. Kimling (kalau ada), mulai menyusun skripsi serta bergabung dalam penelitian dosen, dan mengusahakan ipk tetap diatas 3,30.
• Resiko :
Mudah lelah karena kepikiran akan tugas kuliah dan tugas organisasi, mulai bosan dengan dunia kuliah rasanya ingin cepat kerja saja, resiko tahun pertama dan kedua menjadi satu.
• Konsekuansi :
Bila dapat tercapai maka saya akan senang dan bersyukur karena bisa membuat keluarga bangga. Kemampuan saya dalam berorganisasi dan berpikir sosial meningkat, menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, memiliki jiwa kemanusiaan yang besar, proyek tugas akhir dapat berjalan dengan mudah karena wawasan yang cukup dan dekat dengan dosen. Namun bila belum tercapai maka akan menjadi pelajaran kedepannya untuk lebih aktif serta terus belajar dan tidak mudah menyerah dengan keadaan yang ada. Mengintrospeksi diri sendiri apa yang salah sehingga sasaran tidak terealisasi dengan tepat dan mengubah strategi yang sebelumnya telah direncanakan.
Tahun Keempat (IV) :
• Sasaran :
Berhasil mengajukan proposal tugas akhir di UI/ITS, lulus sebagai mahasiswi yang penuh pengalaman dengan waktu yang tepat, yaitu 4 tahun, dan ipk diatas 3,30, aktif di lingkungan masyarakat dan bisa bekerja di Pemerintahan atau BUMN.
• Resiko :
Kepikiran dengan pengerjaan tugas akhir yang membuat waktu terkuras lebih banyak, jam tidur sedikit, berat badan menurun drastis, karena pola makan yang tidak teratur.
• Konsekuensi :
Bila sasaran mulai dari tahun pertama hingga keempat dapat tercapai saya akan sangat senang dan bangga atas keberhasilan ini, saya tidak mengecewakan keluarga, saya dapat memberi contoh kepada generasi muda di lingkungan keluarga saya, semua yang saya lakukan dapat terbayarkan. Namun jika belum berhasil saya akan merasa gagal dan sedih akan kegagalan saya, tapi semangat saya akan terus bangkit karena mengingat tujuan awal saya untuk keluarga dan orang disekitar saya, mungkin saya akan bersedih tapi tidak lama, karena saya selalu diajarkan tentang perkataan “Tidak pernah gagal memang hebat. Tapi mampu bangkit dari kegagalan itu jauh lebih hebat”.
Itulah beberapa hal yang saya inginkan yang sesuai dengan konsep A.K.U dan S.R.K saya selama empat tahun kedepan. Harapan saya semoga yang saya ketik di atas dapat terwujud dengan baik, sesuai dengan usaha, dan tindakan yang saya lakukan. Jangan pernah takut akan kegagalan di depan mata, yang terpenting kau berani untuk mencoba dahulu. Maaf apabila ada kekeliruan penulisan kata. Terima Kasih. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh...
NIM : 13181046
Kelas : Musically
A.K.U (Ambisi, Kenyataan, Usaha)
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...
Perkenalkan nama saya Muntiatun Nisa Pracoyo, saya merupakan orang Jawa yang lahir di Balikpapan pada tanggal 13 Juni 2000. Saya adalah anak tunggal dari sebuah keluarga yang luar biasa. Setelah saya lulus SMA pada tahun 2018, saya melanjutkan pendidikan di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Balikpapan yaitu Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dengan program studi Teknik Lingkungan. Pada awal perkuliahan penting untuk seorang mahasiswa memiliki target untuk apa yang ingin dicapai selama menjadi mahasiswa. Untuk itu sangat perlu untuk merencanakan target guna menjadi acuan dan tolok ukur atas apa yang harus dilakukan untuk mewujudkannya.
Setelah mengikuti LKMM Pra-TD 4 ITK, saya mendapatkan ilmu baru yang berguna bagi seorang mahasiswa untuk mengetahui apa alasan saya kuliah, apa sebenarnya yang saya cari dan apa tujuan saya sebenarnya, sikap-sikap seperti apa agar target yang sebenarnya saya inginkan dapat terwujud. Terdapat dua materi yang mengajarkan konsep rancangan hidup kedepannya yang disebut dengan A.K.U dan S.R.K, adapun kepanjangan dari kedua materi tersebut ialah, kepanjangan dari A.K.U adalah Ambisi, Kenyataan, dan Usaha, sedangkan kepanjangan dari S.R.K adalah Sasaran, Resiko, dan Konsekuensi.
Sebagai seorang mahasiswa diharapkan memiliki A.K.U dan S.R.K sebagai gambaran perancangan selama perkuliahan saya di Institut Teknologi Kalimantan. Dunia kemahasiswaan terdiri atas berbagai macam hal yang digolongkan menjadi 2 yaitu akademik dan keorganisasian, kedua hal itu dapat membuat bimbang seorang mahasiswa. Untuk mengatur hal itu maka tujuan dari pembuatan A.K.U dan S.R.K adalah agar harapan menjadi terarah dan dapat terwujud. Sehingga diharapkan akan terciptanya hasil yang memuaskan serta menjadi mahasiswa yang terorganisir, punya orientasi yang baik guna mencapai sebuah tujuan dan menjadi jenis mahasiswa yang study and organization-oriented yaitu jenis mahasiswa yang ideal.
Ambisi adalah keinginan besar untuk memperoleh sesuatu, kenyataan adalah sesuatu yang terjadi atau dapat dibuktikan, sedangkan usaha adalah sesuatu yang kita lakukan untuk mencapai ambisi, maka berikut adalah A.K.U (Ambisi, Kenyataan, Usaha) dalam jenjang 4 tahun selama saya berkuliah di ITK.
Ambisi :
Ambisi saya lulus tpb dengan ipk minimal 3,3, melanjutkan keaktifan di organisasi, menjadi mahasiswi berprestasi/memiliki pengalaman yang luas, menjadi orang penting di KM ITK bisa menjadi bendahara atau orang yang berpengaruh di kampus, mengerjakan skripsi dan lulus sebagai mahasiswa yang penuh pengalaman tidak melulu tentang akademik dan peka terhadap lingkungan sekitar, kemudian bisa bekerja di pemerintahan atau BUMN, serta dapat membantu perekonomian orang tua, keluarga dan orang-orang disekitar yang membutuhkan.
Kenyataan :
Belum bisa menentukan antara prioritas dan kewajiban, rasa malas lebih besar dari pada niat untuk mengerjakan sesuatu, mempunyai jawaban atas permasalahan disekitar namun masih belum percaya diri untuk mengutarakan pendapat, masih suka menghabiskan waktu dengan teman dari pada belajar atau mengerjakan tugas yang jauh lebih penting.
Usaha :
Menentukan hal yang saya anggap lebih penting bagi saya walaupun saya tidak tahu itu benar atau salah, menghilangkan rasa malas dengan memotivasi diri, banyak menonton video-video cara publik speaking yang baik dan benar, memanajeman waktu yang baik untuk kapan belajar, akademik, organisasi, dan bersosialisasi. Memprioritaskan hal yang lebih mendesak, aktif dalam organisasi dikampus maupun luar kampus agar dapat dikenal mahasiswa ITK dan menjadi bagian penting dalam Keluarga Mahasiswa ITK, ikut serta dalam kegiatan sosial, sebelum lulus sebagai mahasiswa yang penuh pengalaman adalah membuat proposal skripsi dengan judul dan isi semenarik mungkin agar lulus tepat waktu, kemudian setelah lulus kuliah ingin mencoba melamar di pemerintahan atau BUMN agar dapat bekerja dan mengabdi untuk negara, serta tidak lupa untuk mendekatkan diri kepada orang tua, keluarga dan orang-orang disekitar agar disaat mereka membutuhkan bantuan mereka tidak segan untk bicara kepada saya dan saya pun dapat membantu mereka dengan senang hati.
S.R.K (Sasaran, Resiko, Konsekuensi)
Sasaran adalah sesuatu yang ingin dicapai, resiko adalah akibat yang merugikan dari yang dilakukan, sedangkan konsekuensi adalah hasil dari suatu perbuatan yang dapat berupa hasil baik maupun buruk. Sedangkan berikut adalah S.R.K (Sasaran, Resiko, Konsekuensi) selama saya 4 tahun di ITK, S.R.K tersebut dibagi menjadi pertahun selama perkuliahan saya.
Tahun Pertama (I)
• Sasaran :
Beradaptasi dengan lingkungan kampus, banyak mengenal dan mendapatkan temen baru, tidak ada mata kuliah TPB yang mengulang, mendapatkan ipk minimal 3,30, kemudian bisa kembali aktif dalam kegiatan organisasi IPPNU Balikpapan.
• Resiko :
Waktu terasa sempit, jam tidur berkurang dan mulai tidak teratur, melupakan jam makan yang benar.
• Konsekuensi :
Bila dapat tercapai maka saya akan senang dan bersyukur karena bisa mencontohkan kepada adik-adik saya nantinya dan membuat keluarga bangga. Namun bila belum tercapai akan menjadi bahan evaluasi saya untuk membuatnya terwujud di tahun berikutnya, mungkin dengan cara yang berbeda, dan otomatis jika gagal di tahun ini maka akan menumpuk sasaran di tahun depan oleh karena itu saya akan membuatnya terwujud agar tidak menghambat untuk kedepannya.
Tahun Kedua (II)
• Sasaran :
Magang di kabinet KM ITK, menjadi asdos gamtek (kalau ada), menjadi aslab kimia lingkungan (kalau ada), mendapatkan ipk minimal 3,30, kemudian aktif dalam segala kegiatan yang diadakan kampus ITK.
• Resiko :
Mungkin akan menjadi lebih sibuk, karena kegiatan semakin banyak, jam tidur semakin tidak teratur, berat badan berkurang, dan kondisi kesehatan yang menurun.
• Konsekuensi :
Bila dapat tercapai maka saya akan senang dan bersyukur karena bisa mempermudah saya untuk bergaul dengan lebih banyak teman di ITK, saya bisa memiliki persiapan untuk menjadi salah satu orang penting di kabinet KM ITK. Namun bila belum tercapai akan menjadi bahan evaluasi bagi saya dan realisasi besar-besaran di tahun berikutnya.
Tahun Ketiga (III)
• Sasaran :
Menjadi Bendahara atau Menteri dalam kabinet selanjutnya, aktif dalam kegiatan organisasi kampus dan luar kampus, menjadi koordinator lab. Kimling (kalau ada), mulai menyusun skripsi serta bergabung dalam penelitian dosen, dan mengusahakan ipk tetap diatas 3,30.
• Resiko :
Mudah lelah karena kepikiran akan tugas kuliah dan tugas organisasi, mulai bosan dengan dunia kuliah rasanya ingin cepat kerja saja, resiko tahun pertama dan kedua menjadi satu.
• Konsekuansi :
Bila dapat tercapai maka saya akan senang dan bersyukur karena bisa membuat keluarga bangga. Kemampuan saya dalam berorganisasi dan berpikir sosial meningkat, menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, memiliki jiwa kemanusiaan yang besar, proyek tugas akhir dapat berjalan dengan mudah karena wawasan yang cukup dan dekat dengan dosen. Namun bila belum tercapai maka akan menjadi pelajaran kedepannya untuk lebih aktif serta terus belajar dan tidak mudah menyerah dengan keadaan yang ada. Mengintrospeksi diri sendiri apa yang salah sehingga sasaran tidak terealisasi dengan tepat dan mengubah strategi yang sebelumnya telah direncanakan.
Tahun Keempat (IV) :
• Sasaran :
Berhasil mengajukan proposal tugas akhir di UI/ITS, lulus sebagai mahasiswi yang penuh pengalaman dengan waktu yang tepat, yaitu 4 tahun, dan ipk diatas 3,30, aktif di lingkungan masyarakat dan bisa bekerja di Pemerintahan atau BUMN.
• Resiko :
Kepikiran dengan pengerjaan tugas akhir yang membuat waktu terkuras lebih banyak, jam tidur sedikit, berat badan menurun drastis, karena pola makan yang tidak teratur.
• Konsekuensi :
Bila sasaran mulai dari tahun pertama hingga keempat dapat tercapai saya akan sangat senang dan bangga atas keberhasilan ini, saya tidak mengecewakan keluarga, saya dapat memberi contoh kepada generasi muda di lingkungan keluarga saya, semua yang saya lakukan dapat terbayarkan. Namun jika belum berhasil saya akan merasa gagal dan sedih akan kegagalan saya, tapi semangat saya akan terus bangkit karena mengingat tujuan awal saya untuk keluarga dan orang disekitar saya, mungkin saya akan bersedih tapi tidak lama, karena saya selalu diajarkan tentang perkataan “Tidak pernah gagal memang hebat. Tapi mampu bangkit dari kegagalan itu jauh lebih hebat”.
Itulah beberapa hal yang saya inginkan yang sesuai dengan konsep A.K.U dan S.R.K saya selama empat tahun kedepan. Harapan saya semoga yang saya ketik di atas dapat terwujud dengan baik, sesuai dengan usaha, dan tindakan yang saya lakukan. Jangan pernah takut akan kegagalan di depan mata, yang terpenting kau berani untuk mencoba dahulu. Maaf apabila ada kekeliruan penulisan kata. Terima Kasih. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh...
Comments
Post a Comment