AKU dan SRK (Noor Hafizah)

Nama : Noor Hafizah
NIM : 12181049
Kelas Pra-TD: Musically

A.K.U dan S.R.K

Assalamu’alaikum Wr. Wb, perkenalkan nama saya Noor Hafizah biasa dipanggil Fizah. Saya lahir di Pemangkih Seberang, 11 Juni 2000 dan sekarang tinggal di kota Balikpapan. Alhamdulillah saya bisa diterima di kampus ITK (Institut Teknologi Kalimantan) melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) prodi Teknik Industri angkatan 2018.
Setiap orang dikehidupannya pasti memiliki harapan, tujuan hidup, ataupun cita-cita. Oleh karena itu, perlu dibuatnya AKU dan SRK untuk mempermudah pencapaian harapan tersebut. Berikut ini adalah penjelasan mengenai AKU dan SRK.

A.K.U
AKU adalah singkatan dari Ambisi, Kenyataan dan Usaha. Ambisi adalah gairah atau nafsu seseorang untuk mendapatkan sesuatu. Jika ambisi ini tercapai maka akan memberi efek perasaan yang menjadi positif seperti senang, merasa puas, nikmat, dan juga tentram. Sedangkan jika ambisi gagal maka perasaan akan menjadi negatif seperti sedih maupun kecewa.
Kenyataan adalah sesuatu atau peristiwa yang benar-benar terjadi. Kenyataan dibagi menjadi 2 yaitu dari segi internal dan dari segi eksternal. Kenyataan dari segi eksternal adalah kondisi saat ini atau lingkungan sekitar. Sedangkan dari segi internal kenyataan adalah keyakinan yaitu nasib atau citra diri, kesanggupan yaitu bakat, kemampuan, kecerdasan, atau keterampilan, dan kecenderungan pribadi yaitu minat, kebutuhan, kebiasaan atau emosi.
Usaha adalah tindakan nyata yang dilakukan seseorang untuk mencapai dan mewujudkan sesuatu. Usaha sendiri dibagi menjadi 2 macam yaitu usaha reaktif dan usaha proaktif. Usaha reaktif adalah usaha yang muncul dengan bertindak dahulu tanpa adanya rangsangan. Sedangkan usaha proaktif adalah usaha yang muncul dengan mendapatkan rangsangan terlebih dahulu dari jauh hari.
Berikut ini adalah AKU saya dalam 4 tahun kedepan:
Ambisi:
Lulus tepat waktu dengan IPK konsisten  ≥ 3.00, lebih banyak mengenal angkatan saya dan kakak tingkat, lebih aktif dalam bidang akademik maupun organisasi.

Kenyataan:
Masih kesulitan dalam memahami materi, tidak percaya diri yang menyebabkan saya menjadi tidak mudah bergaul dan kurang aktif, kurang berani untuk mengambil tanggung jawab sehingga kurang aktif didalam organisasi.

Usaha:
Mengulang kembali materi yang kurang dipahami sampai paham, mulai menjadi orang yang percaya diri agar mudah bersosialisasi, punya banyak teman, dan selalu aktif di bidang akademik maupun non-akademik, berusaha belajar berani mengambil risiko dan tanggung jawab dalam organisasi.

S.R.K
SRK merupakan singkatan dari Sasaran, Risiko dan KonsekuensI. Sasaran adalah sesuatu yang ingin dicapai. Untuk mencapai sasaran tersebut perlu dilakukannya suatu rencana. Sasaran memiliki 2 jenis yaitu sasaran individu dan sasaran kelompok. Syarat sasaran yaitu dijelaskan secara terperinci (specific), dapat diukur kemampuannya (measurable), realistis / dapat dicapai (achievable), berorientasi pada pencapaian (result-oriented) dan tepat waktu (timely). Hal yang mengganggu sasaran yaitu enurunnya motivasi, adanya pengaruh dari luar dan keadaan lingkungan yang berubah.
Risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan, merugikan maupun membahayakan dari suatu perbuatan atau tindakan.
Konsekuensi adalah akibat dari suatu perbuatan yang bisa bersifat baik maupun buruk. Konsekuensi yang bersifat baik contohnya mendapatkan penghargaan, sedangkan konsekuensi yang berdampak buruk contohnya mendapat hukuman. Cara meminimalisir konsekuensi yang bersifat buruk yaitu buat komitmen, mencari motivasi,membuat rencana cadangan, lakukan yang terbaik, berfikir positif, berdoa dan melakukan evaluasi.
Berikut ini adalah SRK saya pertahunnya selama 4 tahun saya melakukan perkuliah:
Tahun ke-1:
  Sasaran: saya ingin memiliki IPK konsisten ≥ 3.00
  Risiko: kurang bisa mengatur waktu sehingga sering begadang dan mempengaruhi kesehatan
  Konsekuensi: jika tercapai orang tua saya akan merasa senang dan saya akan terus termotivasi untuk belajar lebih giat, jika tidak tercapai saya akan merasa sedih, jadi saya harus belajar lebih giat lagi.

Tahun ke-2:
  Sasaran: saya ingin menjadi lebih aktif dikampus dengan cara mengikuti berbagai macam kepanitiaan.
  Risiko: kurangnya waktu istirahat.
  Konsekuensi: jika tercapai maka saya akan mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan. Jika tidak tercapai saya merasa sedih, jadi saya harus belajar dari pengalaman kakak tingkat.

Tahun ke-3:
  Sasaran: saya ingin aktif didalam prodi saya dengan cara saya akan bergabung kedalam himpunan prodi.
  Risiko: akan banyak hal yang harus dipertanggung jawabkan.
  Konsekuensi: jika tercapai skill, pengetahuan dan pengalaman saya akan bertambah, dan pembentukan pribadi saya bisa menjadi lebih baik. Jika tidak tercapai maka saya menjadi sedih dan berkurangnya rasa semangat, jadi saya harus lebih banyak mencari pengetahuan, menambah skill, dan banyak belajar dari pengalaman kakak tingkat.

Tahun ke-4:
  Sasaran: saya bisa menyelesaikan tugas akhir tepat waktu, wisuda tepat waktu, dan saya akan fokus mencari informasi dan mengenal tentang dunia pekerjaan.
  Risiko: kesehatan terganggu akibat kurangnya waktu istirahat karena harus fokus mengerjakan tugas akhir agar wisuda bisa tepat waktu.
  Konsekuensi: jika tercapai saya merasa senang karena bisa membanggakan orang tua. Jika tidak tercapai saya dan orang tua saya akan merasa sangat kecewa, jadi saya harus banyak belajar dan tidak membuang-buang waktu dengan hal yang tidak penting.

Comments

Popular Posts